Bermacam Genre Fotografi

Bermacam Genre Fotografi

“Suka motret genre apa om?”
Teman Fotografer

Membicarakan musik, tari, film, hingga fotografi selalu ada pembahasan mengenai genre. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, genre berarti jenis, tipe, atau kelompok. Jika dikaitkan dengan seni fotografi, orang-orang pada umumnya mengartikan genre sebagai aliran fotografi. Genre dalam fotografi pun ada sebagai bentuk klasifikasi foto yang penentuannya berdasarkan subjek/objek yang ada dalam frame. Tidak ada ketentuan khusus bagi fotografer dalam memilih genre yang ingin ia geluti. Masih halal-halal saja jika seorang fotografer menggeluti atau menganut lebih dari satu genre. Semuanya tergantung dari kenyamanan serta minat masing-masing fotografer. Dalam artikel ini, aku berusaha menjelaskan beberapa genre fotografi yang populer di kalangan fotografer saat ini.

Landscape Photography ( Fotografi Lanskap )

Lanskap Fotografi
Fotografi lanskap yang menampilkan pemandangan gunung dan bukit.
(sumber : instagram @irawan.cand)

Terbit dan terbenamnya matahari adalah teman sejati bagi para fotografer lanskap. Salah satu bukti bahwa alam selalu menyajikan keindahannya bagi manusia, terlebih bagi fotografer lanskap yang selalu merasa sumringah ketika warna oranye keemasan menghiasi langit di tempat mereka memotret. Fotografi lanskap merupakan jenis fotografi yang menjadikan pemandangan sebagai subjek utama dalam foto. Seringkali menyajikan pemandangan alam seperti pegunungan dengan langit indahnya, lautan dengan aliran ombaknya, bahkan lahan persawahan dengan hijaunya padi. Pada saat proses pengambilan gambar, fotografer lanskap seringkali dibantu dengan penggunaan alat yang memadai seperti lensa dengan panjang fokal yang cenderung lebar ( wide ), tripod yang kokoh, serta filter tertentu sesuai dengan kebutuhan.

Photojournalism ( Fotografi Jurnalistik )

Foto jurnalistik merupakan foto yang mengandung informasi untuk publik
(sumber : pixabay.com)
Genre fotografi yang menjadikan suatu kejadian atau peristiwa sebagai subjek utama foto. Salah satu genre fotografi yang mewakili jurnalistik, yakni menyajikan informasi kepada publik melalui sebuah karya foto informatif. Pada proses pengambilan fotonya, fotografer jurnalis harus tetap menerapkan kode etik jurnalistik beberapa diantaranya yaitu jujur dan tidak memihak (netral). Dalam situasi tertentu, fotografi jurnalistik memiliki tingkat resiko yang tinggi. Oleh karena itu, para fotografer jurnalis merupakan kelompok yang berjasa dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

Macro Photography ( Fotografi Makro )

Foto makro mampu menampilkan detail dari subjek yang ukurannya kecil.
(sumber : pxhere.com)
Tampak seekor lalat seakan berpose sambil menatap ujung lensa. Foto diatas merupakan salah satu contoh dari fotografi makro. Foto tersebut diambil dengan menggunakan kamera Canon EOS 7D dengan lensa makro Canon EF 100mm f/2.8L IS USM. Foto makro pada umumnya memiliki rasio atau perbandingan 1:1 dengan subjek. Fotografi makro memanfaatkan fitur dari lensa makro, mengandalkan Minimum Focus Distance (MFD) yang bisa membuat jarak antara ujung lensa bagian depan menjadi relatif lebih dekat dengan subjek. Hal tersebut membuat detail subjek dapat ditangkap oleh kamera. Genre fotografi makro ini cenderung unik menurutku, karena melalui foto makro kita bisa mengetahui bentuk asli dari benda-benda (subjek) yang sangat kecil.

Human Interest Photography ( Fotografi Interaksi Manusia )

Foto human interest menghantarkan mood atau rasa.
(sumber : instagram @irawan.cand)

Manusia semestinya hidup berdampingan dan saling berinteraksi satu sama lain. Ada banyak sekali interaksi antar manusia yang terjadi setiap saat tanpa memandang latar belakang masing-masing. Hal tersebutlah yang menjadi salah satu keuntungan bagi genre fotografi Human Interest. Merekam dan mengabadikan berbagai macam interaksi antar manusia. Berusaha menceritakan momen/interaksi tersebut melalui sebuah foto. Ada yang bilang bahwa fotografi human interest adalah cabang dari fotografi jurnalistik. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa foto human interest yang ada cenderung menampilkan kehidupan masyarakat kelas bawah. Padahal, pada dasarnya fotografi human interest tidak dibatasi oleh latar belakang subjek. Foto human interest justru bisa menampilkan atau menunjukkan karakter yang kuat dari suatu foto karena bisa menghantarkan cerita dari subjek melalui visual.

Street Photography ( Fotografi Jalanan )

Street Photography bertujuan untuk merekam realitas di ruang terbuka
(sumber : pexels.com)
Salah satu genre fotografi yang saat ini banyak diminati oleh para fotografer. Street photo merupakan suatu karya fotografi yang bertujuan untuk menunjukkan atau memperlihatkan realitas yang ada di jalanan atau mungkin lebih tepatnya yaitu tempat umum (ruang publik). Street photography tidak dibatasi perihal sesuatu yang akan dijadikan subjek, bisa saja manusia, kendaraan, jalanan, bangunan, dan lain sebagainya. Menurutku, street photography cenderung menarik, karena seringkali tidak kita sadari bahwa sebenarnya sangat banyak hal menarik di luar sana (ruang publik). Fotografer yang gemar memotret di genre ini pada umumnya terbiasa membawa kamera (alat fotografi) kemanapun ia pergi. Alasannya, kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu persis kapan dan dimana momen-momen unik yang akan terjadi.


Architectural Photography ( Fotografi Arsitektur )

Foto gedung yang tampak megah dengan dimensi yang terbentuk karena cahaya
(sumber : instagram @irawan.cand)

Aku menyadari bahwa bukan hanya model saja yang bisa berpose, tetapi ketika melihat suatu karya foto arsitektur, rasanya sangat banyak gedung-gedung yang juga bisa berpose indah layaknya seorang model. Hal tersebut tentunya tidak sungguhan berpose, tetapi merupakan hasil sentuhan setiap fotografer arsitektur yang memadukan berbagai elemen fotografi seperti garis, titik, bentuk, cahaya, dan lain sebagainya sehingga bisa menciptakan foto gedung-gedung yang indah.

Portrait Photography ( Fotografi Portrait )

Genre fotografi yang menonjolkan ekspresi subjek
(sumber : pexels.com)

Manusia mungkin salah satu subjek yang sangat menarik dan mungkin terbaik. Setiap bagian tubuh manusia memiliki bentuk yang unik, terlebih pada bagian wajah. Fotografi portrait merupakan genre fotografi yang menekankan foto wajah manusia, termasuk juga dengan ekspresi serta mimik wajah dari subjek. Kita mengenali berbagai macam ekspresi atau mimik wajah manusia, tetapi sebenarnya tanpa kita sadari, manusia memiliki sangat banyak ekspresi wajah yang bisa mereka tampilkan, baik secara sengaja maupun tidak. Poin tersebutrlah yang menjadikan fotografi portrait menjadi sangat menarik dan banyak diminati. Bahkan pada situasi tertentu, foto portrait mampu menyampaikan suatu mood yang dirasakan subjek atau yang ingin disampaikan oleh fotografer. 

Fashion Photography ( Fotografi Fashion )

Salah satu tujuan fotografi fashion adalah untuk sarana promosi.
(sumber : pickpik.com)
Fashion merupakan trend berekspresi atau berpakaian yang sedang populer pada suatu masa. Fotografi fashion merupakan seni fotografi yang berkesinambungan dengan dunia fashion. Memiliki berbagai macam tujuan, yakni mendokumentasikan, mempromosikan, dan lain sebagainya. Bahkan ada pendapat yang menyatakan bahwa fotografi fashion bisa menjadi standar kesuksesan bagi para model dalam merintis karirnya. Menurutku, hal tersebut masuk akal karena dengan adanya fotografi fashion, memudahkan para model dalam menunjukkan atau mempromosikan bakatnya.

Food Photography ( Fotografi Makanan )

Membuat foto makanan semenarik mungkin mampu menambah minat calon pembeli
(sumber : pxhere.com)
Dalam proses pengambilan gambarnya seringkali membuat para seniman foto menjadi merasa nafsu makannya naik. Orang-orang yang melihat hasil fotonya pun akan menelan ludah karena merasa ingin memakan makanan yang ada dalam foto. Selain perihal seni food photography juga erat kaitannya dengan promosi produk makanan dari suatu bisnis kuliner. Bertujuan untuk menarik konsumen agar merasa ingin membeli produk tersebut. Memotret makanan tidak semudah yang dibayangkan, pada fotografer harus menghiasi frame mereka dengan properti-properti yang diletakkan disekitar makanan yang akan ia foto agar menjadi lebih menarik. Properti yang digunakan pada umumnya yakni benda-benda atau sesuatu yang bisa merepresentasikan (menjelaskan) atau mewakili produk makanan tersebut. Selain tentang properti, memotret makanan juga harus mengatur angle yang pas serta memperhitungkan pengaturan cahaya.

Wildlife Photography ( Fotografi Alam Liar )

Fotografi alam liar selalu memiliki daya tariknya sendiri, meskipun butuh usaha lebih untuk terjun.
(sumber : pxhere.com)

Still Life Photography ( Fotografi Still Life )

Still Life, seakan memberi nyawa pada benda mati
(sumber : needpix.com)
Mampu membuat benda mati menjadi ‘hidup’, maksudnya seakan hidup, bernyawa dan berbicara. Fotografer yang menggandrungi genre fotografi still life biasanya memanfaatkan benda mati yang ada di sekitar mereka untuk difoto, baik di atur ataupun tidak. Sama seperti foto pada umumnya, fotografer still life juga berusaha menyampaikan pesan ataupun perasaan melalui foto yang dibuatnya. Fotografi jenis ini mampu mengasah kreatifitas fotografernya dalam membuat konsepnya.


Itulah beberapa genre fotografi yang populer, maksudnya banyak diminati. Sebenarnya masih ada banyak lagi genre fotografi lainnya seperti Sport Photography, Fine Art Photography, Underwater Photography, dan lain sebagainya. Istilah-istilah tersebut juga termasuk dalam genre fotografi, hanya saja jumlah fotografer yang menggandrungi genre tersebut relatif sedikit jika dibandingkan genre yang aku jelaskan di atas. Genre-genre yang ada saat ini rasanya tidak perlu terlalu dipikirkan, karena menurutku hanya sebuah klasifikasi mengenai subjek foto saja. Silahkan pilih genre sesuai minat dan kenyamanan masing-masing. Mungkin sekian dulu artikel ini aku tulis, semoga bisa menjadi bahan bacaan yang baik, bisa menambah wawasan serta manfaat bagi para pembaca. Terimakasih.