Darwis Triadi, Mantan Pilot Di Balik Foto Resmi Presiden

Darwis Triadi (sumber: http://www.darwistriadischoolofphotography.com/)

“Andreas Darwis Triadi atau yang biasa dikenal dengan Darwis Triadi adalah seorang fotografer ahli fashion dan glamour senior di Indonesia.”
Wikipedia

Kamis, 4 Juni 2020. Semua materi sudah disiapkan, aku memencet tombol ikon telepon pada salah satu kontak di aplikasi whatsapp, tak butuh waktu lama untuk mengubah status ringing menjadi angka yang menunjukkan durasi waktu, itu berarti panggilan telepon dariku diterima. Aku berkesempatan untuk ngobrol santai bersama seorang yang disebut sebagai ikon fotografi Indonesia yakni Darwis Triadi. Sebelumnya aku ingin menyampaikan bahwa semua yang aku publikasikan melalui artikel ini sudah atas izin Om Darwis.

Video call dengan Darwis Triadi

Saat itu aku mengenal Om Darwis sebagai orang dengan segudang prestasi, jam terbang tinggi, namun tetap rendah hati, terbukti karena di posisinya sekarang ini, masih mau meladeni pertanyaan-pertanyaan dari anak kemarin sore sepertiku. Mungkin ini ada kaitannya dengan cerita beliau saat masih menjadi fotografer pemula pada tahun 70an yang aku kutip dari sebuah artikel di internet.

Saat itu aku mengenal Om Darwis sebagai orang dengan segudang prestasi, jam terbang tinggi, namun tetap rendah hati, terbukti karena di posisinya sekarang ini, masih mau meladeni pertanyaan-pertanyaan dari anak kemarin sore sepertiku. Mungkin ini ada kaitannya dengan cerita beliau saat masih menjadi fotografer pemula pada tahun 70an yang aku kutip dari sebuah artikel di internet.

“Fotografer senior dulu untouchable, ketika ditanya cara motret gini gimana? Mereka bilang susahlah. Nah saat itu saya berkata, kalau misal nanti saya jadi fotografer benar, saya rasanya ngga bakal seperti itu.”

Kalimat yang beliau katakan saat itu setidaknya kini terbukti dengan cara beliau memandang orang lain yang ingin belajar, ditambah dengan adanya sebuah sekolah fotografi bernama Darwis Triadi School Of Photography yang beliau dirikan pada tahun 2003 di Jakarta Selatan. Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing, begitupun dengan Om Darwis, orang yang kita kenal sebagai maestro fotografi Indonesia ini ternyata memiliki pengalaman memegang setir pesawat terbang, alias pernah berprofesi sebagai pilot. Berdasarkan cerita Om Darwis, sekitar tahun 1970 beliau memutuskan berhenti menjadi pilot karena suatu alasan dan kemudian beralih menjadi fotografer.

“Dulu, sekitar tahun 1977 saya lepas lisensi pilot saya, ya karena ada suatu masalah di company dan saat itu Ibu saya memang dari awal kurang setuju saya jadi pilot, ya karena resikonya, ada beberapa teman saya yang mengalami accident sehingga ketakutan Ibu saya saat itu secara tidak langsung menjadi do’a buat saya. Tetapi beda dengan Bapak saya, beliau adalah orang pertama yang bereaksi setelah mendengar keputusan saya berhenti jadi pilot, Bapak saya bilang; kamu ini udah jadi pilot, ngapain cuma jadi tukang foto?”

“Dulu orang-orang nyebutnya bukan fotografer, tapi tukang foto, dan profesi tukang foto saat itu bukan pekerjaan yang terpandang seperti sekarang ini, ya gitulah”

Setelah sedikit aku bayangkan kondisi saat itu, timbul sebuah pertanyaan dariku tentang alasan yang membuat Om Darwis banting setir menjadi fotografer, padahal sebelumnya beliau adalah seorang pilot, suatu profesi yang banyak didambakan oleh banyak orang, sedangkan menjadi tukang foto/fotografer saat itu, malah sebaliknya. Mendengar pertanyaan tersebut, beliau menjawabnya dengan agak bingung, berusaha menjelaskan sebuah alasan tetapi terkesan kurang yakin, akhirnya beliau menjelaskan bahwa ternyata tidak ada alasan khusus tentang peralihannya dari pilot menjadi fotografer. Aku pun menanggapi alasan tersebut dengan sebuah kutipan yang umum digunakan oleh orang-orang.

 “Berarti bener ya Om? Cinta itu datang tanpa alasan?”

“Hahahaha, ya kira-kira begitulah, mungkin emang udah jalannya, karena pada prosesnya diberikan kemudahan” 

Om Darwis juga menceritakan pengalaman mendapat gaji pertamanya dari bidang fotografi. Berbekal sebuah kamera pertama miliknya yaitu kamera merk Nikon seri F, yang beliau gunakan sebagai alat pemotretan untuk keperluan poster Hotel Borobudur sekitar tahun 1978, dalam pekerjaannya tersebut beliau mendapatkan 50 ribu rupiah, jumlah yang cukup besar saat itu. Mulai dari situlah beliau mengkomersilkan jasanya sebagai fotografer.

Biografi singkat Darwis Triadi. (Infografis oleh Candyshot.id)

Berdasarkan informasi yang beredar di luasnya dunia maya, banyak yang menuliskan sejarah tentang karya Om Darwis yang ditampilkan dalam majalah tahunan Hasselblad yang berskala Internasional, dan banyak lagi prestasi beliau yang lainnya. Berbekal rasa penasaran ingin diceritakan langsung oleh empunya, aku menanyakan pengalaman beliau saat itu. Tetapi Om Darwis memberikan jawaban yang tidak aku duga sehingga spontan memberiku wawasan baru tentang bagaimana cara bersikap sebaiknya.

“Ya sudahlah, itu kan dulu ngga perlu terlalu dibanggakan, memang apa sih pentingnya masa lalu? Kita ini hidup harus memandang ke depan, bukan ke belakang, jadi lebih baik berpikir kedepannya bakal seperti apa, gitu”

Darwis Triadi sedang mengarahkan posisi badan Presiden Joko Widodo. (sumber: pict.google.com)

Pada tahun 2019 lalu, nama Darwis Triadi banyak dibahas oleh publik setelah semua orang mengetahui beliau adalah orang dibalik foto profil resmi Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin. Oleh karena itu, aku penasaran tentang cerita dibalik “Kenapa Presiden memilih Om Darwis?”, dengan santai beliau menjawab:

“Sebenarnya dari dulu saya tidak ada rasa bangga yang gimana-gimana ketika motret pejabat, bahkan saya tidak mau, kecuali motret Presiden Soekarno, sudahlah ngga usah diperjelas lagi alasannya, kita semua pasti sudah tau. Tapi ketika saya melihat Bapak Presiden, beliau adalah sosok yang berbeda menurut saya sehingga saya memiliki keinginan; Wah ini saya harus motret beliau nih! Nah ternyata kejadian nih, tahun lalu saya diminta untuk memotret Bapak (Presiden dan Wapres). Saat itu beliau bilang; Terserah Mas Darwis aja mau difoto bagaimana, beliau juga memberikan referensi foto ke saya, bagus-bagus tuh fotonya, salah satunya foto Barrack Obama, lalu saya bilang ke beliau; Bapak (Presiden dan Wapres) bisa foto lebih bagus daripada referensi itu. Ketika saya mulai motret beliau, bagus banget hasilnya, aura Bapak (Presiden dan Wapres) keluar. Bahkan sampai sekarang kalo butuh foto, beliau menghubungi saya.”

Obrolanku dengan Om Darwis tak sampai disitu, selanjutnya aku berusaha menggali pendapat tentang Makna Fotografi Bagi Darwis Triadi yang aku publikasikan tepat setelah artikel ini, silahkan di baca, semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Baca Juga : Seperti Apa Makna Fotografi Bagi Darwis Triadi?